Tidak ada yang lebih mengkhawatirkan bagi peternak selain melihat tempat telur kosong pagi demi pagi. Anda sudah memberi pakan terbaik, membersihkan kandang, dan merawat mereka dengan telaten. Tapi kenapa ayam Elba kesayangan Anda tiba-tiba mogok bertelur? Jangan panik dulu. Mari kita cari tahu penyebabnya dan, yang lebih penting, bagaimana cara mengatasinya.

1. Stres: Musuh Utama Produktivitas
Ini adalah penyebab paling umum dan paling sering tidak disadari. Ayam Elba adalah makhluk yang sangat sensitif terhadap perubahan. Beberapa pemicu stres yang bisa membuat mereka berhenti bertelur antara lain:
- Pindah kandang: Adaptasi butuh waktu 3–7 hari.
- Suara bising: Suara petasan, kendaraan, atau hewan lain.
- Kepadatan berlebih: Terlalu banyak ayam dalam satu ruang.
- Gangguan predator: Ancaman dari tikus, ular, atau kucing.
Cara mengatasi: Pastikan ayam memiliki ruang yang cukup (minimal 1 ekor per sekat 30×35 cm untuk baterai). Jauhkan sumber suara bising. Jika baru pindah kandang, biarkan mereka tenang dulu, jangan langsung dipegang-pegang. Stres yang berkepanjangan tidak hanya menghentikan produksi telur, tetapi juga bisa memicu kanibalisme.
2. Nutrisi Tidak Seimbang
Ayam yang kekurangan nutrisi tertentu akan menunjukkan tanda-tanda yang jelas: bulu kusam, lesu, dan yang paling nyata—produksi telur menurun drastis. Dua nutrisi yang paling sering kurang adalah:
- Kalsium: Cangkang telur butuh kalsium tinggi. Jika kurang, telur akan bercangkang tipis, mudah pecah, atau bahkan ayam berhenti bertelur sama sekali.
- Protein: Protein adalah bahan baku putih telur. Kekurangan protein membuat telur kecil dan jumlahnya sedikit.
Cara mengatasi: Evaluasi kembali pakan yang Anda berikan. Untuk ayam petelur aktif, protein harus di level 16–18% dan kalsium 3,5–4%. Baca kembali panduan pakan ayam Elba murah dan bernutrisi yang sudah kami siapkan. Tambahkan tepung kulit telur atau grit sebagai sumber kalsium tambahan. Jangan lupa, air minum bersih harus selalu tersedia. Dehidrasi ringan saja bisa langsung menjatuhkan produksi telur.
3. Pencahayaan Kurang
Ayam petelur sangat bergantung pada siklus cahaya. Idealnya, mereka membutuhkan 14–16 jam paparan cahaya per hari untuk merangsang hormon bertelur. Jika Anda memelihara di kandang tertutup atau musim hujan berkepanjangan, kurangnya cahaya bisa menjadi biang keladi.
Cara mengatasi: Posisikan kandang menghadap timur agar mendapat sinar matahari pagi maksimal. Untuk kandang tertutup, tambahkan lampu bohlam LED 5–10 watt dan atur timer selama 14 jam. Cahaya tambahan ini sangat membantu, terutama di musim penghujan.
4. Ayam Sedang dalam Masa Rontok Bulu (Molting)
Ini adalah proses alami. Setiap tahun, ayam akan merontokkan bulu lamanya dan menumbuhkan bulu baru. Selama periode ini—yang bisa berlangsung 4–8 minggu—seluruh energi ayam dialokasikan untuk pertumbuhan bulu, bukan produksi telur. Jadi, jangan heran jika selama molting telur menghilang.
Cara mengatasi: Tidak banyak yang bisa dilakukan selain bersabar dan memberikan dukungan nutrisi ekstra, terutama protein tinggi untuk mempercepat pertumbuhan bulu. Tambahkan cacing tanah, jangkrik, atau ampas tahu ke dalam pakan untuk membantu mereka melewati masa ini lebih cepat.
5. Suhu Lingkungan Terlalu Panas
Suhu ideal untuk ayam Elba adalah 25–30°C. Di musim kemarau, suhu kandang bisa melonjak di atas 35°C. Ayam tidak memiliki kelenjar keringat. Mereka membuang panas dengan cara terengah-engah. Saat kepanasan, mereka akan mengurangi makan, minum lebih banyak, dan otomatis produksi telur anjlok.
Cara mengatasi: Pastikan ventilasi silang berfungsi baik. Bisa juga dengan memasang atap tambahan dari jerami atau daun kelapa di atas kandang untuk meredam panas. Sediakan air minum dingin lebih sering.
6. Penyakit dan Parasit
Ayam yang sakit—entah itu infeksi saluran pernapasan, cacingan, atau kutu—tidak akan bertelur. Gejala yang harus diwaspadai: kotoran encer terus-menerus, nafsu makan turun, bulu kusam dan rontok tidak merata, atau ayam terlihat lesu dan menyendiri.
Cara mengatasi: Segera pisahkan ayam yang sakit. Konsultasikan dengan penyuluh peternakan atau dokter hewan setempat. Untuk pencegahan, jaga kebersihan kandang dengan menyemprot disinfektan alami (larutan cuka atau daun sirih) seminggu sekali.
7. Umur Ayam Sudah Tua
Ini adalah faktor yang tidak bisa dilawan. Ayam Elba mencapai puncak produksi di umur 28–32 minggu. Setelah itu, produksi akan bertahan tinggi selama beberapa bulan, lalu perlahan menurun. Setelah umur 18–24 bulan, penurunan produksi adalah hal yang wajar.
Cara mengatasi: Ini adalah siklus alami. Solusinya adalah dengan melakukan peremajaan ternak secara berkala. Siapkan bibit baru sebelum ayam yang lama berhenti total. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami kekosongan produksi. Jika Anda butuh bibit baru untuk mengganti ayam yang sudah afkir, cek stok bibit unggul di halaman utama kami.
Tenang, Cari Penyebabnya, Atasi dengan Sabar
Ayam Elba yang berhenti bertelur hampir selalu memiliki penyebab yang jelas. Tugas Anda adalah menjadi detektif: amati apakah ada perubahan di kandang, periksa kualitas pakan, cek pencahayaan, dan pastikan tidak ada tanda-tanda penyakit. Jangan langsung panik dan membeli obat-obatan yang belum jelas khasiatnya.
Untuk panduan beternak yang lebih lengkap—dari pemilihan bibit, pakan, hingga manajemen kandang—saya sudah menyiapkan panduan lengkap ternak ayam Elba untuk pemula. Di sana juga tersedia ebook gratis yang bisa langsung Anda unduh.